Perjuangan kakek ini untuk menyambung hidup benar-benar tak mengenal usia. Jika banyak orang tak lagi bekerja di usia senja, lain halnya dengan kakek yang satu ini. Dirinya diketahui sudah berumur lebih dari 80 tahun.
Biasanya, di umur tersebut banyak yang sudah menikmati masa tuanya di rumah dengan keluarga. Namun berbeda dengan Mbah Ratim atau yang akrab disapa Mbah Buang. Ia terus mencari rejeki untuk menyambung hidupnya. Belakangan, di dunia maya banyak menyebar potret seorang Mbah Buang dan kegiatannya sehari-hari.
Dilihat dari Instagram @lambe_turah, ada sebuah foto yang memperlihatkan seorang kakek dengan sepedanya. Postingan ini sudah mendapat lebih dari 3.200 likes.
Komentar orang-orang pun banyak yang menyatakan kesedihannya melihat orang tua ini. mbah buang Foto kegiatan Mbah Buang yang di posting akun Instagram @lambe_turah.
Walau tubuhnya sudah renta, dengan sepedanya ia berkeliling menjajakan apa pun yang ia bisa jual. Biasanya Mbah Buang menjajakan pisang atau jagung di atas keranjang merah.
Padahal jika diperhatikan, kaki si mbah nampak membengkak, dan ia sebenarnya sudah tak kuat lagi untuk berjalan. Badannya juga begitu kurus, dan kulitnya menunjukkan gejala tidak sehat. Tapi hebatnya, dirinya tak memilih jalan pintas dengan cara mengemis.
Karena tak kuat menggenjot sepedanya, Mbah Buang yang adalah warga Kampung Garung RT 11 RW 04 Jl Pamarayan Kecamatan Kibin, Serang, Banten ini sekarang hanya bisa mendorong sepedanya keliling Perumahan Cikande dan Cijeruk hingga daerah Keragilan.
Kemarin, relawan Share If You Can (SIYC) sudah mengunjungi kediaman Mbah Buang. Rumahnya sangat sederhana, namun mbah tetap berjuang untuk selalu bertahan hidup.
Dengan menyebarnya foto Mbah Buang ini, siapa pun yang melihatnya bisa ikut membantu meringankan beban Mbah Buang. “Jika berkenan, jangan lupa untuk menyisihkan yang ada pada kita untuk membeli pisang atau jagung Mbah Buang, walaupun kita sebenarnya tidak membutuhkan.”
“Dan yang paling penting, jangan ditawar ya!” tulis keterangan dalam foto @lambe_turah.


0 komentar:
Post a Comment