Pendistribusian beras miskin (Raskin) ke Desa Sungai Asam, Kubu Raya tidak berhasil dalam perjalanan.
Orang-orang penerima juga tidak dapat sembunyikan kekecewannya, karena beras yang diinginkan dapat cepat di terima saat ini belum di ketahui kejelasannya.
“Masyarakat datang menanyakannya ke kami. Kami segera terangkan kalau beras terbenam akibat kecelakaan dalam perjalanan memakai kapal di Sungai Kapuas, ” kata Kades Sungai Asam, Sumardi, Minggu (14/8/2016).
Kades menerangkan Raskin dibawa memakai kapal menuju Desa Sungai Asam. Sesuai sama jumlah untuk tiga bln. yaitu Juli, Agustus serta September. Orang-orang juga telah lakukan pembayaran untuk penerimaannya.
“Pembayarannya juga telah dikerjakan sekitaran 90 % dihimpun di pengurus semasing. Sekarang ini kami cuma dapat berikan penjelasan apa yang ada. Tidak ada kepastian kapan beras dapat didistribusikan, ” katanya.
Raskin untuk orang-orang Sungai Asam sekitar 62 ton, sepanjang tiga bln.. Diangkut dari Bulog memakai kapal KM Sejati Jaya 2.
Tetapi di dalam jalan kapan alami kebocoran di bagian kanan serta kiri lambung kapal hingga terbenam berbarengan semuanya muatannya, Raskin untuk orang-orang Desa Sungai Asal.
“Meski orang-orang menekan supaya Raskin dapat selekasnya diberikan, kita cuma dapat menanti. Lantaran ini kecelakaan tidak ada yang menginginkannya, ” ujarnya.
Kapal KM Setia Jaya II, bermuatan beras raskin terbenam di Sungai Kapuas akibat alami kebocoran dibagian kanan serta kiri lambung kapal, Rabu (10/8/2016) sekitaran jam 18. 00 WIB.
Semua tubuh kapal beserta muatannya terbenam, sedang ABK sejumlah 11 orang selamat.
Rudi (41), saksi mata, warga sekitaran lokasi tenggelamnya Kapal Sejati Jaya II, tahu kapal terbenam berkapasitas 100 GT alami kebocoran waktu mengarungi Sungai Kapuas menuju Sungai Asam Kecamatan Terentang, dengan membawa muatan Raskin.
“Kapal itu telah alami kebocoran mulai sejak terlebih dulu. Pernah merapat ke tepi pinjam mesin pompa air (robin) kami namun tak dapat lantaran bocornya telah sangat kuat. Pada akhirnya kapal balik ke seberang serta cobalah menabrakkan sisi depannya ke pinggir supaya tidak terbenam, ” tuturnya.
Usaha itu rupaya tidak membawa hasil optimal. Kapal yang juga telah ditambatkan ke tepi tetaplah terbenam berbarengan muatannya. Serta tertarik ke basic sungai. “Informasinya muatan itu sekitar 62 ton beras. Dari pertama telah tawarkan pertolongan serta warga disini siap menolong. Namun kapten kapalnya nampaknya kebingungan. Jadi merapatkan ke seberang, ” tuturnya.
Terlebih dulu, kapal telah singga sekian kali. Paling akhir tahu sisi mesin kapal telah terendam air, kapal merapat serta pinjam mesin robin untuk mompa air keluar di tepi sungai gertak kungi desa arang limbung. Tetapi kemudian kembali pada seberang Kampung Kapur sampai terbenam.
“Sayang sekali, lantaran bocornya dari kanak kiri kapal, air masuk cepat serta bikin kapal terbenam. Tali tambang yang menahan badan kapal ada di tepi daratan sungai juga turun lantaran bebannya sangat berat, ” tuturnya.
Awak kapal mulai berjuang akibat kebocoran diprediksikan dari jam 16. 00 serta terbenam berbarengan muatannya sekitaran jam 18. 00. Tidak ada satu karung beras juga yang sukses diselamatkan.
“Sepertinya pihak kapal takut beras itu kami ambillah waktu kami menawarkan untuk bantu mindahkan beras. Walau sebenarnya orang-orang disini telah siap menolong semua karenanya beras hak orang-orang miskin, ” ujarnya.
Kasubsi Basarnas Pontianak, Ishak menyampaikan, sesudah memperoleh info dari Pos Polairud ada kapal terbenam sekitaran jam 21. 30. Pihaknya segera mendatangi TKP seberang sungai Gertak Kuning Desa Arang Limbung.
“Kalau dari kita pertama kalinya yaitu keselamatan dari awak kapal terlebih dulu. Ada 11 orang POB, semua selamat dibantu warga sekitaran. Jadi kami disana telah tak ada apa-apa semua usai, ” tutur Ishak. Ia menjelaskan berdasar pada info yang didapat dari nakoda kapal, bawha kapal KM Setia Jaya II pergi jam 14. 00 dari gudang bulog menuju Sungai Asam Kecamatan Terentang. Terbenam sekitaran jam 18. 00. Akibat kebocoran lambung kiri serta kanan kapal.
Basarnas memprediksi, kebocoran yang dihadapi kapal telah berlangsung lama serta dipompa. Namun lantaran telah sangat kronis hingga tak teratasi lagi.
“Kapal ini posisinya bila dari info yang kami bisa tak segera terbenam namun pelan-pelan. Posisi tenggelammnya juga di seberang yang menghadap Pontianak-Sungai Asam, ” tuturnya.
0 komentar:
Post a Comment